Pengembangan Qur’an melalui LPTQ
Rasanya agak kurang srek ketika melihat nama “Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an”. Mengapa dikatakan demikian, karna beberapa qari dan qariah yang saya kenal akhirnya terfokus hanya kegiatan memperbagus bacaan qur’an saja.
Sebagai seorang guru yang mendidik anak-anak bangsa, saya rasa kurang pas jika umat muslim Indonesia mengenal Al Qur’an hanya sebagai bahan untuk dibaca dengan indah tanpa ada proses pengkajian Al Qur’an lebih jauh. Faktanya saya anggap warga ditempat saya tinggal hanya menganggap Al Qur’an hanya rutinitas yang hanya baru bisa tentram jika menamatkan 30 juz melalui kegiatan mengaji (cuma membaca dan menghafal) tanpa adanya kajian lebih dalam akan isi Al Qur’an itu sendiri.
Andaikata namanya berubah menjadi Lembaga Pendidikan Tahfidz Qur’an , seperti pada LPTQ Al-Umm ini yang diketuai Prof DR. KH. Achmad Satori Isma’il, MA. Bisa dilihat disitus ” http://www.eramuslim.com/berita/silaturrahim/lptq-al-umm-mencetak-pelajar-hafal-al-quran.htm ” mungkin lebih layak diterima masyarakat.
Komentar Terakhir